PLN Tekor, Antam Penopang Rupiah: DPR Minta Kebijakan Strategis

POLITIK.SERGAP

BADUNG, || Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa dua BUMN strategis, yakni PT PLN (Persero) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas fiskal serta ketahanan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Bambang Haryadi dalam agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (22/2/2026), yang turut melibatkan kedua perusahaan pelat merah tersebut.

Ia menyoroti besarnya beban subsidi energi yang ditanggung negara melalui BUMN, yang nilainya hampir mencapai Rp120 triliun per tahun, dengan porsi terbesar digunakan untuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, subsidi tersebut sebagian besar terserap untuk kebutuhan kendaraan berbahan bakar solar dan pertalite, sehingga perlu menjadi perhatian serius dalam perumusan kebijakan ke depan.

“PLN ini banyak mengeluarkan daya uangnya untuk subsidi. Hampir Rp120 triliun subsidi BUMN, mayoritas digunakan untuk kendaraan, solar dan pertalite. Ini harus kita pikirkan bersama ke depan,” ujar Bambang.

Untuk mengurangi beban subsidi, ia mendorong percepatan transisi energi, termasuk pengembangan kendaraan listrik serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Dengan langkah tersebut, diharapkan ketergantungan terhadap BBM bersubsidi dapat ditekan, sekaligus menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat bagi negara.

Di sisi lain, Bambang juga menekankan pentingnya peran Antam sebagai BUMN penghasil pendapatan negara, khususnya melalui komoditas emas yang memiliki nilai strategis bagi stabilitas ekonomi.

Menurutnya, emas menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga nilai tukar rupiah serta memperkuat cadangan nasional.

“Antam ini pendapatan. Emas menjadi salah satu penopang nilai tukar rupiah kita. Jadi dua BUMN ini harus kita support semaksimal mungkin,” tegasnya.

Ia juga mendorong peningkatan produksi emas Antam melalui dukungan regulasi, termasuk optimalisasi blok-blok tambang yang belum dimanfaatkan agar dapat dikelola oleh BUMN tersebut.

Selain itu, kebijakan prioritas bagi BUMN sebagaimana diatur dalam revisi Undang-Undang Minerba dinilai penting untuk memperkuat peran Antam dalam meningkatkan produksi dalam negeri.

Bambang menegaskan, sinergi antara sektor energi dan mineral menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, di mana PLN berperan menjaga pasokan energi, sementara Antam memperkuat penerimaan negara dan cadangan emas.

“Ke depan, kita tidak bisa hanya melihat beban subsidi, tapi juga bagaimana memperkuat BUMN yang menjadi sumber penerimaan negara. Energi dan emas adalah dua sektor strategis yang harus dikelola dengan kebijakan yang tepat,” pungkasnya.

(Editor : Rizal)

Comment