30 Hari Turun ke Lapangan, Muslim Ayub Awasi Langsung Penanganan Bencana di Aceh

POLITIK.SERGAP

JAKARTA, || Anggota Komisi XIII DPR RI Muslim Ayub menegaskan bahwa penanganan bencana di wilayah utara Sumatera, khususnya Provinsi Aceh, harus mengutamakan kecepatan dan ketepatan kerja sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan. Atas dasar itu, ia turun langsung ke lapangan selama 30 hari untuk meninjau dampak bencana di sejumlah wilayah Aceh.

Selama masa peninjauan, Muslim Ayub menyusuri berbagai daerah terdampak bencana, mulai dari wilayah pesisir hingga kawasan pedalaman dan pegunungan yang sulit dijangkau oleh akses transportasi.

Tidak hanya melakukan pemantauan, ia juga merasakan langsung keterbatasan yang dihadapi masyarakat akibat bencana, baik dari sisi akses logistik, kebutuhan dasar, maupun kondisi infrastruktur yang rusak.

Muslim Ayub menegaskan bahwa dalam situasi darurat tidak ada ruang untuk penundaan, sehingga setiap keputusan di lapangan harus diambil secara cepat dan tegas demi memastikan bantuan kemanusiaan segera sampai kepada warga terdampak.

“Kondisi darurat menuntut kerja cepat dan tepat. Kepentingan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama, di atas segala hal,” ujar Muslim Ayub dalam keterangannya kepada Parlementaria, Jumat (2/1/2025).

Selama berada di lapangan, Muslim Ayub didampingi oleh tim gabungan dari TNI dan Polri yang bergerak cepat menyalurkan bantuan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

Menurut Legislator Fraksi Partai NasDem tersebut, keterlibatan TNI dan Polri memberikan energi positif dan memperkuat kerja lapangan secara terpadu, terutama dalam menjangkau wilayah sulit akses serta menjaga stabilitas selama proses penanganan bencana.

Kegiatan peninjauan juga melibatkan Ketua DPD di berbagai wilayah Aceh, termasuk Ketua DPD Kabupaten Aceh Tamiang, guna memperkuat koordinasi dan memastikan penanganan bencana dilakukan secara kolektif dan terstruktur.

Muslim Ayub menutup kegiatannya dengan menegaskan bahwa kepemimpinan sejati dalam situasi bencana bukan soal jarak, melainkan tentang kehadiran langsung, ketegasan dalam bertindak, dan keberpihakan penuh pada nilai-nilai kemanusiaan demi masyarakat terdampak.

(Editor : Rizal)

Comment