Di Bawah Gerimis Glodok, Pedagang Terompet Tetap Sambut Tahun Baru 2026

POLITIK.SERGAP

JAKARTA, || Pagi yang diguyur gerimis tidak menyurutkan semangat Nuryaman dan keponakannya, Jamarudin, untuk menjajakan terompet kertas di kawasan Jalan Pinangsia, Pasar Pagi Glodok, Jakarta, menjelang perayaan Tahun Baru 2026.

Di tengah hujan yang turun sejak malam hari dan baru sedikit mereda, keduanya tetap bertahan di lapak sederhana bersama sejumlah rekan sekampungnya yang juga berjualan terompet kertas di kawasan tersebut.

Terompet-terompet kertas yang mereka jual didatangkan langsung dari Cikarang, daerah asal Nuryaman dan para pedagang lainnya. Terompet tersebut dibuat oleh para pengrajin rumahan di kampung, menjaga tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun.

Sebelumnya, Nuryaman biasa mengambil terompet dari mertuanya sendiri yang merupakan perajin. Namun setelah sang mertua wafat, ia memilih mengambil pasokan dari pengrajin lain di lingkungan sekitar kampungnya.

Menjelang siang, cuaca mulai membaik meski awan mendung masih menyelimuti Jakarta. Seorang pembeli menjadi penglaris pertama hari itu dengan membeli dua terompet kertas yang dilayani langsung oleh Jamarudin.

Tak lama berselang, seorang pria bersama dua anaknya sempat berhenti untuk membeli. Namun hujan kembali turun sehingga niat mereka pun urung. Nuryaman memilih bersabar dan tetap menunggu pembeli lainnya.

“Rezeki itu sudah ada yang mengatur,” ujar Nuryaman singkat, seraya menata kembali dagangannya dan berharap ada pembeli berikutnya.

Nuryaman mengaku telah berjualan terompet kertas secara musiman sejak tahun 2000. Saat itu, harga terompet masih sekitar Rp500 per buah. Kini, harga terompet kertas berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp25 ribu, tergantung ukuran dan model.

Menurutnya, meski terompet plastik dan produk kekinian semakin marak, terompet kertas tetap memiliki peminat tersendiri. Hal itu terbukti dari penjualan sehari sebelumnya yang dinilainya cukup memuaskan.

Terompet dan kembang api masih menjadi simbol pergantian tahun. Namun di tengah suasana duka pascabencana di sejumlah daerah, perayaan Tahun Baru 2026 diharapkan tetap diisi dengan empati, kesederhanaan, serta harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Selamat Tahun Baru 2026.

(Red)

Comment